==================================================================== ====================================================================

Jumat, 13 April 2012

Proposal PTK Matematika SD kelas.VI


A. Judul penelitian
“Penggunaan media konkrit dan diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep bangun datar di kelas VI SDN. Impres PANTAI ENGGROS Tahun Ajaran 2011/2012"
B.     Bidang Kajian : pembelajaran Matematika di SDN. Impres PANTAI ENGGROS Tahun Ajaran 2011/2012 
C. Latar Belakang : Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Kemajuan suatu bangsa dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik, dengan adanya berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat bangsa indonesia. Untuk mencapainya , pembaharuan pendidikan di indonesia perlu terus dilakukan untukk menciptakan dunia pendidikan yang adaptif (mudah menyesuaikan diri dengan keadaan, program kbbi v1.1) terhadap perubahan zaman.
Berbagai upaya yang telah di tempuh untuk meningatkan kualitas pembelajaran, antara lain : pembaharuan dalam kurikulum, pengembangan model pembelajaran, perubahan sistem penilaian, dan lain sebagainya. Salah satu unsur yang sering dikaji dalam hubungannya dengan keaktifan dan hasil belajar siswa adalah model yang digunakan Guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Selama ini kegiatan pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas berpusat kepada guru, sehingga siswa cenderung kurang aktif. Banyak cara yang dapat dilaksanakan agar siswa menjadi aktif, salah satunya adalah dengan merubah paradigma pembelajaran. Guru bukan sebagai pusat pembelajaran, melainkan sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator. selama kegiatan pembelajaran berlangsung, siswalah yang dituntut untuk aktif sehingga guru tidak merupakan peran utama pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa . pemilihan model pembelajaran harus mampu mengembangkan kemampuan siswa dalam befikir logis, kritis, dan kreatif.
Kenyataan yang terjadi di lapangan saat ini , hasil belajar matematika  siswa masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan dalam proses pembelajaran matematika guru umumnya hanya berkonsentrasi pada latihan menyelesaikan soal. Dalam kegiatan pembelajaran, guru biasanya menjelaskan konsep secara informatif, memberikan contoh soal, dan memberikan soal-soal latihan. Guru merupakan pusat kegiatan, sedangkan siswa selama kegiatan pembelajaran cenderung pasif. Siswa hanya mendengarkan, mencatat penjelasan, dan mengerjakan soal. Dengan demikian pengalaman belajar yang telah mereka miliki tidak berkembang.
Kesulitan pada matematika salah satunya disebabkan karena pembelajaran matematika kurang bermakna, siswa masih belum aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran, sehingga pemahaman siswa tentang konsep matematika sangat lemah. Menurut Rahmat Johar (2003), hal ini karena pembelajaran matematika pada saat ini pada umumnya siswa menerima begitu saja apa yang disampaikan guru. Padahal pada umumnya siswa telah mengenal ide-ide matematia sejak dini. Siswa memiliki pengalaman belajar, sehingga siswa mempunyai kemampuan untuk berkembang. Dengan demikian, pembelajaran di sekolah akan lebih bermakna jika guru mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman yang telah dimiliki  siswa.
Berdasarkan pengamatan dilapangan, diperoleh informasi bahwa Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa kelas VI SDN. Impres PANTAI ENGGROS. Salah satu aspek materi pelajaran matematika di kelas VI yang dianggap sulit oleh siswa adalah aspek konsep bangun datar. Dalam masalah ini siswa masih kesulitan dalam menentukan rumus pada bangun datar. Hal ini disebabkan karena pemahaman siswa akan konsep bangun datar masih kurang. Kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran dan kurangnya alat bantu pembelajaran yang menyebabkan siswa bermasalah dalam materi ini.
Berdasarkan observasi di SDN. Impres PANTAI ENGGROS  pada tanggal 27 Oktober 2011, khususnya di kelas VI diperoleh data bahwa dari jumlah siswa 28, terdapat 12 siswa yang belum mengerti tentang materi ini atau belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan Sekolah yaitu 60, sedangkan sisanya 16 siswa sudah memahami materi konsep bangun datar ini.
Proses pembelajaran yang kurang evektif menyebabkan masih banyak siswa yang belum memahami konsep bangun datar ini, dalam proses belajar mengajar di SDN Impres PANTAI ENGGROS guru kelas VI khususnya, hanya menerapkan pembelajaran langsung dengan metode ceramah dan penugasan saja, sedangkan pembelajaran matematika di sd ini membutuhan pembelajaran yang mampu membawa siswa kepada pembelajaran yang mengarah kepada kehidupan yang kongkrit/nyata sehingga siswa dapat dengan mudah memahaminya.
Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membantu suatu pengajaran menjadi lebih efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut.
Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.
Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran Matematika dalam konsep bangun datar. Misalnya dengan memberikan contoh-contoh yang kongkrit/nyata dengan begitu siswa dapat dengan mudah memahami materi tentang Konsep Bagun Datar ini, karena dengan adanya benda kongkrit siswa dapat mengetahui bentuk-bentuk nyata dari berbagai jenis bangun datar. Selain itu dengan pembentukkan kelompok siswa akan lebih aktif dalam kelompok tersebut, dengan bimbingan guru, siswa di tuntut untuk dapat menemukan masalah secara bersama-sama dalam teman kelompoknya. Dengan begitu pembelajaran yang tadinya hanya guru yang aktif akan berubah menjadi siswa yang aktif.
Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan penggunaan media kongkrit dan diskusi kelompok untuk mengungkapkan apakah dengan penggunaan media kongkrit dan diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi konsep bangun datar di kelas VI. Penulis menggunakan metode pembelajaran ini mengkondisikan siswa terhadap pemahaman materi dalam bentuk-bentuk nyata dan mendiskusikannya dalam kelompok kerja siswa.
Dari latar belakang di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul “Penggunaan media kongkrit dan diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep bangun datar di kelas VI SDN. Impres PANTAI ENGGROS Tahun Ajaran 2011/2012
D.    Masalah dan Pemecahan Masalah
1.      Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :
  • Apakah penggunaan media konkrit dan diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa pada konsep bangun datar di kelas VI Siswa SDN. Impres PANTAI ENGGROS?
  • Mengapa sebagian besar (18 siswa dari 28 siswa) kelas VI SDN Impres PANTAI ENGGROS tidak memahami konsep bangun datar?
2.      Pemecahan masalah
a.       Letak masalah
Siswa tidak dapat mengetahui rumus-rumus bangun datar.
b.      Faktor penyebab masalah
Dari hasil wawancara dengan guru kelas VI yang dilakukan ketikan penelitian ada beberapa kendala yang mempengaruhi mengapa materi konsep bangun datar ini menjadi masalah di kelas VI SDN. Impres PANTAI ENGGROS diantaranya :
1.      Masih banyak siswa yang belum hafal perkalian.
2.      Kurangnya media ajar atau alat peraga ketika proses pembelajaran
3.      Guru hanya mengajar dengan menjelaskan materi setelah itu diberikan soal latihan untuk dikerjakan
4.      Masih banyak siswa yang bermain ketika proses pembelajaran berlangsung.
c.       Pemecahan masalah
Melihat permasalahan yang ada, maka pemecahan masalah yang akan digunakan penulias adalah :
Dengan penggunakan media konkrit dan diskusi kelompok, untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep Bangun Datar.
E.     Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang diutarakan di atas, penelitian ini bertujuan untuk :
  1. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam memahami konsep bangun datar dengan menerapkan penggunaan media konkrit dan diskusi kelompok.  
  2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media konkrit dan diskusi kelompok dalam pembelajaran konsep bangun datar
 

Bagi yang berminat sobat smua bisa memesan ke alamat email ini : asepopansopian@gmail.com atau sobat semua bisa juga dengan menuliskan alamat email sobat senua di kotak komentar di bawah ini.. di jamin gratis lohhh....

"Smoga bermanfaat "